Kabar

Tegas Pidato Presiden Prabowo di Hari Buruh 2026 Viral,  Bela Ojol hingga Janjikan Kredit Rakyat Bunga 5 Persen

Share:

 

JAKARTA | Dyahsetuti.com – Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, 1 Mei 2026, menjadi perbincangan luas di media sosial. Dalam pidatonya yang disambut ribuan buruh, nelayan, petani, hingga pekerja informal, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah kebijakan yang dinilai berpihak kepada rakyat kecil.

Salah satu pernyataan yang paling viral adalah sikap tegas Presiden terhadap potongan pendapatan pengemudi ojek online (ojol) oleh perusahaan aplikator. Dengan gaya bicara lugas dan penuh penekanan, Prabowo menolak potongan besar yang selama ini dikeluhkan para driver.

“Aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol? Setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? 10? Kalian minta 10 persen? Ya, saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen,” tegas Prabowo disambut sorak para buruh dan driver ojol.

Presiden juga menyinggung ketimpangan yang dirasakan para pekerja lapangan yang bekerja keras namun harus menyerahkan sebagian besar penghasilannya kepada perusahaan platform digital.

“Enak aja, lo yang keringat dia yang dapat duit, sorry aja. Kalau tidak mau ikut aturan kita, tidak usah berusaha di Indonesia,” ujar Prabowo yang kemudian viral dan ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.

Tak hanya soal pekerja digital, Presiden Prabowo juga mengumumkan hadiah besar bagi kaum buruh dan pekerja sektor maritim. Ia menyampaikan bahwa dirinya telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 tentang ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188.

Ratifikasi tersebut bertujuan memperkuat perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan awak kapal perikanan Indonesia yang selama ini dinilai masih rentan terhadap eksploitasi kerja.

“Saya juga baru saja tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 tentang Ratifikasi Konvensi International Labour Organization Nomor 188 untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan,” kata Presiden.

Baca juga:  Anggota DPRD Bali Komang Dyah Setuti Apresiasi Penunjukan Dr. Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Optimistis Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengumumkan program besar pemerintah berupa pembangunan dan peresmian 1.386 kampung nelayan di berbagai daerah di Indonesia. Program ini disebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir sekaligus memberikan kepastian hunian bagi nelayan dan pekerja kecil.

Presiden menyoroti tingginya beban kontrak rumah yang selama ini dirasakan rakyat kecil. Karena itu, pemerintah berencana mengarahkan pembayaran kontrak menjadi cicilan rumah milik sendiri dengan tenor panjang dan ringan.

“Nanti kita akan yakinkan saudara nanti akan miliki rumah tersebut. Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak kita kurangi, itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri,” ucapnya.

Prabowo bahkan menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan skema cicilan hingga puluhan tahun demi memastikan rakyat kecil memiliki rumah.

“Cicilnya kalau bisa 20 tahun, kalau tidak bisa 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun. Karena buruh tidak mungkin lari ke mana-mana. Betul? Petani dan nelayan tidak mungkin lari ke mana-mana,” katanya disambut tepuk tangan meriah.

Di akhir pidatonya, Presiden juga menyoroti persoalan tingginya bunga pinjaman yang selama ini menjerat masyarakat kecil. Menurutnya, rakyat kecil kerap menghadapi bunga pinjaman yang sangat tinggi hingga puluhan persen per tahun.

“Saudara-saudara sekalian, selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang bunganya luar biasa, gilanya. Orang kecil pinjam uang bunganya bisa 70 persen setahun,” ujar Prabowo.

Untuk mengatasi hal tersebut, Presiden mengaku telah memerintahkan bank-bank milik negara agar segera menyalurkan kredit rakyat berbunga rendah.

“Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5 persen satu tahun,” tegasnya.

Baca juga:  Luncurkan PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, Presiden Prabowo Subianto, Percepat Kemandirian Energi Nasional

Pidato Presiden Prabowo pada Hari Buruh 2026 tersebut dinilai banyak pihak sebagai sinyal kuat keberpihakan pemerintah terhadap pekerja, nelayan, petani, hingga pelaku ekonomi kecil. Potongan video pidato itu pun terus viral di media sosial karena dianggap menyuarakan keresahan masyarakat bawah secara langsung dan tegas. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru