Kabar

Dari Anak didesa jadi Petani hingga Wakil Menteri, Sudaryono Ajak HKTI Bali Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Share:

 

Denpasar | Dyahsetuti.com – Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, mengajak seluruh keluarga besar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk bersatu memperkuat sektor pertanian demi mewujudkan swasembada pangan nasional. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus DPD HKTI Provinsi Bali Periode 2026–2031 yang mengusung tema “Petani Makmur, Petani Maju, Indonesia Sejahtera”, Jumat (10/7/2026), di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Wisma Sabha, Denpasar.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI periode 2025–2030 menegaskan bahwa HKTI berada di garis terdepan untuk mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Ia menyampaikan bahwa organisasi HKTI harus menjadi rumah besar bagi seluruh petani Indonesia, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian, peternakan, serta kesejahteraan petani hingga ke pelosok daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus DPN HKTI, anggota DPR RI, pejabat Kementerian Pertanian, tokoh masyarakat, serta Ketua DPD HKTI Provinsi Bali yang baru dilantik, Made Muliawan Arya beserta seluruh pengurus.

Perjalanan Hidup Anak Petani

Dalam sambutannya, Sudaryono tidak hanya berbicara mengenai pertanian. Ia juga membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan sebagai anak petani dari Jawa Tengah.

Ia menceritakan bahwa kedua orang tuanya merupakan petani sederhana dengan pendidikan yang sangat terbatas. Ayahnya tidak sempat menamatkan sekolah dasar, sementara ibunya hanya lulus SD. Meski demikian, kedua orang tuanya selalu menanamkan nilai kerja keras, kejujuran, dan semangat belajar.

“Dari keluarga petani sederhana itulah saya tumbuh. Saya ingin menunjukkan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita,” ujarnya.

Setelah menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang, Sudaryono memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke Jepang selama lima tahun. Di negeri Sakura tersebut ia belajar bahasa Jepang dari nol hingga mampu mengikuti seluruh perkuliahan bersama mahasiswa Jepang.

Baca juga:  Komang Dyah Setuti Optimistis De Gadjah Mampu Bangkitkan Pertanian Bali, Siap Kolaborasi Dukung Program HKTI

Pengalaman tersebut, menurutnya, membuktikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil apabila mau belajar dan bekerja keras.

Jangan Pernah Rendahkan Anak Sendiri

Di hadapan ratusan peserta yang mayoritas berasal dari kalangan petani, Sudaryono menitipkan pesan yang disambut tepuk tangan panjang.

Ia mengingatkan para orang tua agar tidak pernah meremehkan kemampuan anak-anaknya hanya karena berasal dari desa atau keluarga sederhana.

“Jangan pernah menghina atau meremehkan anak sendiri. Lebih baik doakan mereka menjadi gubernur, bupati, menteri, pengusaha, atlet, atau apa pun cita-citanya. Anak desa juga bisa sukses,” katanya.

Menurutnya, dukungan moral dari keluarga menjadi modal penting dalam membangun rasa percaya diri generasi muda Indonesia.

Pentingnya Gizi bagi Masa Depan Bangsa

Sudaryono juga menyinggung pentingnya pemenuhan protein bagi anak-anak Indonesia. Ia mengaku sejak kecil terbiasa mengonsumsi telur hasil ternak keluarga sehingga memperoleh asupan protein yang cukup.

Karena itu ia mengajak seluruh keluarga petani untuk memperhatikan kualitas gizi anak-anak mereka.

“Orang tuanya boleh hidup sederhana, tetapi anak-anaknya jangan sampai kekurangan gizi. Protein itu investasi masa depan. Kalau gizinya cukup, anak-anak akan tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kesuksesan Berawal dari Kerja Keras

Sudaryono menegaskan bahwa keberhasilan bukanlah hasil keberuntungan semata, melainkan perpaduan antara kesempatan dan kesiapan.

Menurutnya, kesempatan akan datang kepada siapa saja, namun hanya mereka yang mempersiapkan diri melalui pendidikan, kerja keras, dan disiplin yang mampu memanfaatkannya.

“Kesuksesan adalah pertemuan antara kesempatan dan kesiapan. Kalau kesempatan datang tetapi kita tidak siap, hasilnya tidak akan maksimal,” katanya.

Baca juga:  Komang Dyah Setuti Dukung Program MBG dan Koperasi Merah Putih, Dinilai Perkuat Ekonomi Rakyat dari Desa

Ia pun mengajak seluruh generasi muda Bali untuk terus belajar dan tidak takut bermimpi besar.

Dukung Pendidikan untuk Anak Desa

Dalam sambutannya, Sudaryono juga mengungkapkan kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto sejak masih menjadi asisten pribadi. Ia mengaku pernah menyampaikan gagasan agar semakin banyak sekolah berkualitas seperti SMA Taruna Nusantara dibangun di berbagai daerah agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan pendidikan terbaik.

Menurutnya, komitmen tersebut kini mulai diwujudkan pemerintah melalui pembangunan sejumlah kampus SMA Taruna Nusantara di berbagai wilayah Indonesia.

Ia bahkan berharap suatu saat Bali juga memiliki sekolah serupa sehingga semakin banyak putra-putri daerah yang memperoleh akses pendidikan berkualitas.

HKTI Bali Diharapkan Jadi Motor Kemajuan Pertanian

Menutup sambutannya, Sudaryono mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus DPD HKTI Provinsi Bali yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Made Muliawan Arya (De Gadjah).

Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat konsolidasi organisasi, menjadi mitra pemerintah daerah, serta menghadirkan berbagai program nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani Bali.

“HKTI harus hadir untuk petani. Organisasi ini harus menjadi tempat memperjuangkan kepentingan petani, meningkatkan produktivitas pertanian, mengembangkan peternakan, serta mendukung penuh terwujudnya swasembada pangan nasional sebagaimana menjadi visi Presiden Prabowo Subianto,” tegas Sudaryono.

Pelantikan DPD HKTI Bali periode 2026–2031 tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh insan pertanian untuk membangun sektor pertanian yang modern, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru