Kabar

Menguat Pimpin HKTI Bali, De Gadjah Siap Bawa Petani, Peternak, dan Nelayan Menjadi Pilar Kemajuan Pulau Dewata

Share:

 

Denpasar | Dyahsetuti.com – Dukungan terhadap Made Muliawan Arya atau yang lebih dikenal dengan sapaan De Gadjah untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bali terus mengalir. Sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat itu dinilai mampu membawa HKTI menjadi organisasi yang benar-benar hadir dan bekerja untuk petani, peternak, serta nelayan Bali.

Dukungan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Calon Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI Kabupaten/Kota se-Bali yang berlangsung di Yayasan De Gadjah Bali, Renon, Denpasar, Rabu (10/6/2026). Pertemuan itu menjadi langkah awal konsolidasi organisasi menjelang pembentukan kepengurusan definitif dan pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) HKTI Bali.

Hadir dalam rapat tersebut para calon Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC HKTI dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Turut hadir sejumlah tokoh yang diproyeksikan menjadi penasihat organisasi, di antaranya Dr. dr. Ketut Putra Sedana, SpOG atau yang akrab disapa Dokter Caput, serta mantan Bupati Bangli, I Made Gianyar.

Sebagai Pemegang Mandat Karteker HKTI Bali, De Gadjah menegaskan bahwa pembentukan organisasi harus diawali dengan kesamaan visi dan semangat perjuangan demi kemajuan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan Bali.

“Pertemuan pertama ini adalah untuk menyamakan persepsi. Kita brainstorming bersama tentang apa tujuan HKTI dan bagaimana organisasi ini bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut De Gadjah, proses administrasi pembentukan kepengurusan DPC HKTI di seluruh Bali telah memasuki tahap akhir. Nama-nama pengurus yang diajukan kini tinggal menunggu pengesahan melalui Surat Keputusan (SK) sebelum dilakukan pengukuhan secara resmi.

“Setelah seluruh DPC dikukuhkan, kita akan langsung melaksanakan Musprov untuk memilih Ketua HKTI Bali secara definitif,” jelasnya.

Baca juga:  Pansus TRAP, DPRD BALI Sahkan Rekomendasi dan Soroti BTID dari Legalitas Lahan hingga Ancaman Penutupan Permanen

Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa agenda besar pertemuan DPC HKTI se-Bali akan dipusatkan di Kabupaten Tabanan. Kegiatan itu direncanakan menghadirkan Ketua Umum DPN HKTI yang juga Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono.

Acara tersebut diproyeksikan melibatkan antara 3.000 hingga 5.000 peserta dan akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti panen raya, penyaluran bibit pertanian, bantuan sarana produksi, hingga program pemberdayaan nelayan.

De Gadjah menegaskan, HKTI Bali tidak boleh menjadi organisasi yang hanya aktif dalam rapat dan kegiatan seremonial. Sebaliknya, HKTI harus turun langsung ke lapangan, menyatu dengan denyut kehidupan petani, peternak, dan nelayan.

“Kita tidak ingin hanya berada di ruangan atau kantor. HKTI harus ada di sawah, di kebun, di kandang, dan di laut bersama masyarakat. Bukan sekadar hadir, tetapi bekerja dan memberikan solusi,” tegas Ketua Gerindra Bali tersebut.

Menurutnya, kemajuan Bali tidak boleh hanya diukur dari ramainya sektor pariwisata. Kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan juga harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Bali akan terasa nyata ketika petani tersenyum karena hasil panennya melimpah dan harganya baik. Ketika peternak bahagia karena usaha mereka berkembang, dan ketika nelayan merasa diperhatikan serta memperoleh hasil yang layak. Itulah tujuan yang ingin kita capai bersama,” katanya.

Untuk memperkuat gerakan organisasi, De Gadjah juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen dan tokoh pertanian, termasuk mantan pengurus HKTI dari berbagai periode. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang memiliki komitmen untuk mengabdi kepada petani, nelayan, dan peternak Bali akan dirangkul.

“HKTI saat ini satu, yakni HKTI di bawah kepemimpinan Mas Dar (Sudaryono) dengan pembina Presiden Prabowo Subianto. Semua yang ingin ngayah dan bekerja untuk kesejahteraan petani Bali tentu kami sambut dengan baik,” ujarnya.

Baca juga:  Tegas Pidato Presiden Prabowo di Hari Buruh 2026 Viral,  Bela Ojol hingga Janjikan Kredit Rakyat Bunga 5 Persen

Sementara itu, dalam sesi penyampaian aspirasi, para calon Ketua DPC HKTI dari seluruh kabupaten/kota memaparkan berbagai potensi sekaligus tantangan yang dihadapi sektor pertanian di daerah masing-masing. Mulai dari persoalan alih fungsi lahan, ketersediaan pupuk, pemasaran hasil pertanian, hingga kesejahteraan petani yang masih memerlukan perhatian serius.

Mayoritas peserta menyatakan dukungan kepada De Gadjah untuk memimpin HKTI Bali karena dinilai memiliki kemampuan membangun jaringan, memperjuangkan kepentingan petani, serta menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan di lapangan.

Dukungan tersebut salah satunya disampaikan oleh Dokter Caput. Menurutnya, kehadiran HKTI sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai persoalan mendasar yang selama ini membelit kehidupan petani.

“Hampir semua persoalan besar yang kita hadapi saat ini bermuara pada sektor pertanian. Karena itu, HKTI harus menjadi wadah solusi dan perjuangan bagi para petani,” ungkapnya.

Ia menilai De Gadjah merupakan figur yang tepat untuk memimpin HKTI Bali karena memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat serta kemampuan menjembatani berbagai kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi petani.

“Kita semua tahu karakter beliau. Beliau memiliki komitmen kuat untuk membantu masyarakat dan mencari solusi terhadap persoalan yang ada. Karena itu saya mendukung beliau memimpin HKTI Bali,” pungkasnya. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru