Kabar

Soroti Etika Penyampaian Aspirasi Mahasiswa, De Gadjah, Ajak Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Share:

Denpasar | Dyahsetuti.com – Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, menyampaikan keprihatinannya terhadap sebagian aksi penyampaian aspirasi yang dinilai mulai mengabaikan nilai-nilai etika dan adab dalam berdemokrasi. Ia mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa dan aktivis, untuk tetap mengedepankan sikap santun dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Menurut De Gadjah, kritik dan aspirasi merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, penyampaiannya harus dilakukan dengan cara yang beradab, tanpa disertai penghinaan, makian, maupun tindakan yang dapat memperkeruh suasana.

“Saya sebagai anak bangsa sangat miris. Dulu kami juga mahasiswa, kami juga aktivis, tetapi kami punya adab. Kami menyampaikan aspirasi dan perjuangan dengan baik. Jangan sampai budaya adab yang menjadi ciri bangsa Indonesia justru hilang,” ujarnya.

De Gadjah menilai saat ini pemerintah sedang berupaya melakukan berbagai pembenahan, termasuk memberantas praktik mafia impor, mafia ekspor, korupsi, dan berbagai bentuk kejahatan yang merugikan negara. Karena itu, ia meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja dan menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan pembangunan.

Menurutnya, pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari praktik-praktik yang merugikan negara tentu akan berupaya mempertahankan kepentingannya dengan berbagai cara. Oleh sebab itu, masyarakat perlu melihat persoalan secara objektif dan tidak mudah terprovokasi.

Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Dalam kesempatan tersebut, De Gadjah juga menegaskan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengaku sering turun langsung ke berbagai daerah di Bali dan melihat antusiasme anak-anak terhadap program tersebut. Bahkan, kata dia, banyak siswa yang merasa sedih ketika mendengar candaan bahwa program tersebut akan dihentikan.

Baca juga:  Komang Dyah Setuti Ucapkan Selamat Hari Buruh Internasional, Tekankan Pentingnya Kesejahteraan dan Perlindungan Pekerja

“Saya keliling Bali dan melihat sendiri bagaimana anak-anak sangat senang dengan program ini. Saya pernah bercanda mengatakan MBG akan berhenti besok, mereka sampai sedih dan menangis. Setelah dijelaskan bahwa itu hanya karena hari libur dan akan kembali berjalan pada hari Senin, mereka kembali gembira,” ungkapnya.

Menurut De Gadjah, program tersebut bukan hanya memberikan manfaat bagi anak-anak dalam memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Kehadiran MBG dinilai turut menggerakkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, hingga berbagai pelaku usaha lokal yang menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.

“Ini bukan hanya soal makanan untuk anak-anak. Ada petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM yang juga merasakan manfaat dari perputaran ekonomi yang tercipta,” katanya.

Kritik Harus Disertai Solusi

Meski mengakui bahwa tidak ada program pemerintah yang sempurna, De Gadjah menegaskan bahwa berbagai kekurangan seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama. Ia mengajak masyarakat untuk memberikan kritik yang konstruktif dan disertai solusi demi perbaikan program.

“Kalau ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama. Kritik dan saran itu penting, tetapi harus disertai solusi. Jangan langsung menyalahkan atau menghancurkan program yang tujuannya baik untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia mengibaratkan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program pemerintah sebagai masalah yang perlu diselesaikan secara tepat, bukan dengan cara merusak keseluruhan program.

Ajak Tokoh Agama Beri Pembinaan Moral

Lebih lanjut, De Gadjah berharap para tokoh agama, pendidik, dan orang tua turut memberikan pembinaan moral kepada generasi muda agar tetap menjunjung tinggi etika dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung nilai kesopanan, penghormatan, dan budaya dialog. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga di tengah dinamika demokrasi yang semakin terbuka.

Baca juga:  Ahok Temesi: Program Makan Bergizi Gratis Fondasi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

“Saya berharap para pendeta, tokoh agama, para orang tua, dan pemerintah bersama-sama memberikan pembinaan rohani kepada adik-adik kita. Sampaikan aspirasi dengan baik, berdiskusi dengan baik, dan saling mendengarkan. Jangan sampai kita kehilangan adab yang menjadi jati diri bangsa Indonesia,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, De Gadjah kembali mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memberikan ruang kepada pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan yang sedang berlangsung, sembari tetap mengawal dan memberikan masukan secara santun demi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (Tim Newsyess)

Tag:
Kabar Terbaru